Selasa, 06 Desember 2011

Tahukah Anda ?

Jakarta - Menkum HAM Amir Syamsuddin menyindir protokoler di Indonesia terkenal bertele-tele dan mewah. Ternyata, di luar negeri hal ini pun tidak dikenal. Bahkan untuk menyambut pejabat negara asing sekalipun, sambutan protokoler nyaris tidak ada. Terkesan dicuekin.

Pengalaman ini diceritakan hakim konstitusi Akil Mochtar."Saat itu saya masih jadi Wakil Komisi III DPR," kata Akil saat berbincang dengan detikcom, Rabu, (7/12/2012).

Saat itu, dia bersama Jaksa Agung dan Ketua Mahkamah Agung (MA) berkunjung ke Hungaria pada 2004 untuk kepentingan kerjasama bilateral. Pagi hari pukul 08.00 waktu setempat mereka dijadwalkan bertemu Ketua MA setempat. Gedung itu berada di tepi jalan, hanya terpisah trotoar dari jalan raya.

"Kami sampai di depan gedung 15 menit lebih awal dari janji. Pintu masih
terkunci," kisah Akil berkisah.

Setelah diketok cukup keras karena pintu cukup tebal, sebuah lobang kecil
di pintu dibuka dari dalam. Lantas seorang penjaga teriak dari dalam
menanyakan maksud kedatangan mereka. Usai mengutarakan maksud tujuan, lobang kecil tersebut ditutup lagi oleh penjaga dengan menyuruh menunggu di luar.

"Ya sudah mau apa lagi. 15 menit, kami menunggu di tepi jalan sambil
berdiri. Pejabat negara Indonesia menunggu di tepi jalan. Di trotoar loh,"
cerita Akil sambil tertawa.

Tepat pukul 08.00 waktu setempat, pintu gerbang dibuka. Lantas mereka
dipersilahkan masuk ke lantai atas, tempat ruang Ketua MA berada. "Naik ke lantai atas pun tidak di dampingi protokoler. Ya sudah kita naik sendiri aja," beber Akil.

Usai bertemu, perbincangan pun di mulai. Selama 4 jam perbincangan tersebut, tak ada air minum disuguhkan apalagi makanan. "Tepat pukul 12.00, Ketua MA mengatakan break untuk makan siang," kenang Akil.

Lantas merekapun berempat jalan kaki dari gedung MA selama 15 menit tanpa pengawalan sama sekali dari pihak protokoler. Keempat orang lembaga pimpinan negara ini jalan kaki bercampur dengan masyarakat umum beberapa blok dari gedung MA. "Dan kita makan siangnya di sebuah cafe yang nuansanya abad pertengahan. Sederhana tapi art. Bukan cafe yang mewah loh," terang
Akil.

Meski seakan dicuekin, tapi Akil menilai penyambutan ala Hungaria tetap perlu dihormati dan diapresiasi. Sebuah penyambutan yang tidak menghilangkan substansi pertemuan. "Bukan masalah sambutannya, tapi kan tidak menghilangkan susbtansi pertemuan," ungkap Akil mengambil hikmah.

Chelsea

Andre Villas-Boas: Chelsea Tampar Pengkritik

Manajer Chelsea itu senang skuadnya bisa menjawab kritik di laga Liga Champions dinihari tadi.

Oleh M Yanuar F

UEFA Champions League : Didier Drogba, Chelsea FC v Valencia CF
Getty Images
Kemenangan 3-0 Chelsea atas Valencia, sekaligus lolos ke fase knockout sebagai juara Grup E, disambut antusias oleh Andre Villas-Boas.

Tidak mengherankan mengingat sebelumnya Villas-Boas dan skuadnya dihantam kritik dari segala penjuru.

"Banyak sekali kritik yang dialamatkan pada pemain kami, dan saya pikir mereka sudah memberikan tamparan pada mereka hari ini," tandas Villas-Boas kepada Sky Sports.
Villas-Boas juga tak ingin membicarakan mengenai posisinya di Chelsea dan fokus pada pencapaian klub berikutnya.

"Yang terpenting adalah Chelsea bisa finis di puncak klasemen dan mampu memenuhi tujuan yang ditetapkan," lanjut Villas-Boas.

"Kami bisa tetap berkompetisi, lolos dan kami tak sabar untuk bisa melihat seberapa jauh kami melangkah."

Villas-Boas menambahkan kemenangan atas Valencia bisa menambah semangat dan motivasi pemain, sekaligus mengembalikan mental dan fisik untuk laga berikutnya, yaitu melawan Manchester City di lanjutan Liga Primer Inggris.

"Saya tak tahu apa yang bakal terjadi di Senin malam, tapi kami punya peluang untuk memperpendek jarak angka dengan pimpinan klasemen. Kami tim yang sangat berkompeten dan sempurna," tandasnya.

Selasa, 29 November 2011

juventus

Gol Simone Pepe memupuskan harapan Napoli untuk meraih kemenangan atas Juventus. Tampil di Stadio San Paolo, Rabu (30/11) dinihari WIB, Napoli akhirnya harus puas meraih hasil imbang 3-3 dengan Juventus.

Dalam laga ini Napoli tampil cukup meyakinkan. Bahkan pada babak pertama, sinyal Napoli bakal meraih kemenangan terlihat jelas setelah unggul dua gol atas lawannya.


Napoli membuat Juventus berada dalam masalah besar ketika laga baru berjalan 16 menit. Pelanggaran yang dilakukan Andrea Pirlo di areal terlarang membuat wasit memberikan hadiah penalti kepada Napoli. Sayangnya, Marek Hamsik yang menjadi eksekutor penalti saat itu belum bisa menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Tapi kekecewaan itu mampu dituntaskan sebelum jeda turun minum. Tujuh menit berselang, Hamsik berhasil menjawab rasa kecewanya dengan menggetarkan gawang Juventus. Berawal dari tendangan bebas, Hamsik berhasil menyambut bola di depan gawang Juventus dengan sebuah tandukan. Bola yang mengalir ke sudut kiri gawang tak bisa diantisipasi oleh Gianlugi Buffon.

Lalu empat menit jelang berakhirnya waktu normal babak pertama, Goran Pandev berhasil menggenapkan keunggulan Napoli. Umpan dari Christian Maggio berhasil disambut dengan sebuah sepakan kaki kanan Pandev. Napoli memimpin 2-0. <script type="text/javascript" src="http://ad.doubleclick.net/adj/gna.id/level2;tile=3;sz=160x600;ord=58090?area=2l&pos=2&ord=58090"></script>

Situasi itu tak membuat Juventus menyerah. Selepas pergantian babak, Juventus berupaya mengambil inisiatif menyerang. Hasilnya di menit ke-48, Alessandro Matri berhasil memperkecil defisit gol bagi Juventus menjadi 2-1.

Napoli tersengat. Upaya untuk memperbesar keunggulan kembali lagi diraih. Di menit ke-68, Pandev kembali lagi menggetarkan jala gawang Juventus setelah dengan apik memanfaatkan umpan silang dari Christian Maggio.

Tetapi kemenangan yang sudah berada di depan mata itu pupus di sisa 20 menit terakhir. Juventus terus menekan. Usaha itu membuahkan hasil. Marcelo Estigarribia berhasil memanfaatkan umpan Matri di menit ke-72.

Lalu tujuh menit berselang, sebuah serangan balik yang cepat membuat lini pertahanan Napoli keteteran. Pepe berhasil memanfaatkan momentum itu dengan mencetak gol penting. Juventus pun terhindar dari kekalahan.

Hasil imbang ini membuat Juventus masih terus bertahan di puncak klasemen Serie A Italia. Juve kini meninggalkan AC Milan dengan selisih dua angka. Sedangkan Napoli merangkak ke urutan enam.
Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan satu tersangka dalam kasus penyuapan Innospec. Diduga, sang tersangka tak bermain sendiri. Harus ada upaya untuk membuat pejabat lain yang menerima suap diseret ke pengadilan.

Tersangka yang baru dijerat KPK adalah mantan Direktur Pengolahan Pertamina, Suroso Atmo Martoyo. Dia dikenai pasal 12 huruf a dan pasal 11 Undang-undang 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi

Sekjen Transparency International Indonesia (TII) Teten Masduki menyambut baik penetapan ini. Menurut dia, putusan di pengadilan Inggris dan Amerika Serikat terkait suap PT Innospec ke Pertamina sudah jelas.

"Ini suatu kemajuan, keterlaluan kalau tidak diadili di Indonesia," kata Teten saat berbincang dengan detikcom, Rabu (30/11/2011).

"Tapi saya yakin Suroso pasti tidak main sendiri. Ini pasti nggak sendirian, KPK harus mengembangkan kasus ini," sambungnya.

Selain menjadikan putusan pengadilan Inggris sebagai dasar, KPK juga harus bisa mengembangkan pengakuan Suroso. Harus digali ke mana saja aliran dana suap tersebut disalurkan. Termasuk kemungkinan ke pejabat tinggi di Kementerian ESDM, BPH Migas dan Pertamina.

"Ini yang harus ditelusuri, Suroso suruh nyanyi," tegasnya.

Berdasarkan putusan pengadilan Southwark Crown, Inggris, Innospec terbukti telah melakukan penyuapan terhadap mantan Dirjen Minyak dan Gas, Rahmat Sudibyo dan pejabat mantan Direktur Pengolahan Pertamina, Suroso Atmomartoyo.

Pengadilan Inggris memutuskan Innospec bersalah dan wajib membayar denda USD 12,7 juta. Dari persidangan itu juga terungkap, selama kurun waktu 14 Februari 2002 hingga 31 Desember 2006, Innospec membayar sebanyak USD 11,7 juta kepada agen-agen yang kemudian membayarkannya kepada staf Pertamina dan pejabat publik di Indonesia lainnya agar mendukung pembelian TEL.

Sementara dalam penyelidikan kasus Innospec di KPK, beberapa pihak juga sudah dikenai pencegahan agar tidak pergi meninggalkan Indonesia. Nama-nama yang dicegah bepergian ke luar negeri antara lain mantan Dirjen Migas Rachmat Sudibyo, mantan wakil Dirut Pertamina Mustiko Saleh, serta mantan Direktur Pengolahan Pertamina Suroso Atmomartoyo.

Sedangkan tiga nama lainnya yang dikenai pencegahan adalah dua eksekutif PT Sugih Interjaya Willy Sebastian dan Muhammad Syakir, serta seseorang bernama Herwanto Wibowo.

(mad/mad)