Selasa, 29 November 2011

juventus

Gol Simone Pepe memupuskan harapan Napoli untuk meraih kemenangan atas Juventus. Tampil di Stadio San Paolo, Rabu (30/11) dinihari WIB, Napoli akhirnya harus puas meraih hasil imbang 3-3 dengan Juventus.

Dalam laga ini Napoli tampil cukup meyakinkan. Bahkan pada babak pertama, sinyal Napoli bakal meraih kemenangan terlihat jelas setelah unggul dua gol atas lawannya.


Napoli membuat Juventus berada dalam masalah besar ketika laga baru berjalan 16 menit. Pelanggaran yang dilakukan Andrea Pirlo di areal terlarang membuat wasit memberikan hadiah penalti kepada Napoli. Sayangnya, Marek Hamsik yang menjadi eksekutor penalti saat itu belum bisa menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Tapi kekecewaan itu mampu dituntaskan sebelum jeda turun minum. Tujuh menit berselang, Hamsik berhasil menjawab rasa kecewanya dengan menggetarkan gawang Juventus. Berawal dari tendangan bebas, Hamsik berhasil menyambut bola di depan gawang Juventus dengan sebuah tandukan. Bola yang mengalir ke sudut kiri gawang tak bisa diantisipasi oleh Gianlugi Buffon.

Lalu empat menit jelang berakhirnya waktu normal babak pertama, Goran Pandev berhasil menggenapkan keunggulan Napoli. Umpan dari Christian Maggio berhasil disambut dengan sebuah sepakan kaki kanan Pandev. Napoli memimpin 2-0. <script type="text/javascript" src="http://ad.doubleclick.net/adj/gna.id/level2;tile=3;sz=160x600;ord=58090?area=2l&pos=2&ord=58090"></script>

Situasi itu tak membuat Juventus menyerah. Selepas pergantian babak, Juventus berupaya mengambil inisiatif menyerang. Hasilnya di menit ke-48, Alessandro Matri berhasil memperkecil defisit gol bagi Juventus menjadi 2-1.

Napoli tersengat. Upaya untuk memperbesar keunggulan kembali lagi diraih. Di menit ke-68, Pandev kembali lagi menggetarkan jala gawang Juventus setelah dengan apik memanfaatkan umpan silang dari Christian Maggio.

Tetapi kemenangan yang sudah berada di depan mata itu pupus di sisa 20 menit terakhir. Juventus terus menekan. Usaha itu membuahkan hasil. Marcelo Estigarribia berhasil memanfaatkan umpan Matri di menit ke-72.

Lalu tujuh menit berselang, sebuah serangan balik yang cepat membuat lini pertahanan Napoli keteteran. Pepe berhasil memanfaatkan momentum itu dengan mencetak gol penting. Juventus pun terhindar dari kekalahan.

Hasil imbang ini membuat Juventus masih terus bertahan di puncak klasemen Serie A Italia. Juve kini meninggalkan AC Milan dengan selisih dua angka. Sedangkan Napoli merangkak ke urutan enam.
Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan satu tersangka dalam kasus penyuapan Innospec. Diduga, sang tersangka tak bermain sendiri. Harus ada upaya untuk membuat pejabat lain yang menerima suap diseret ke pengadilan.

Tersangka yang baru dijerat KPK adalah mantan Direktur Pengolahan Pertamina, Suroso Atmo Martoyo. Dia dikenai pasal 12 huruf a dan pasal 11 Undang-undang 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi

Sekjen Transparency International Indonesia (TII) Teten Masduki menyambut baik penetapan ini. Menurut dia, putusan di pengadilan Inggris dan Amerika Serikat terkait suap PT Innospec ke Pertamina sudah jelas.

"Ini suatu kemajuan, keterlaluan kalau tidak diadili di Indonesia," kata Teten saat berbincang dengan detikcom, Rabu (30/11/2011).

"Tapi saya yakin Suroso pasti tidak main sendiri. Ini pasti nggak sendirian, KPK harus mengembangkan kasus ini," sambungnya.

Selain menjadikan putusan pengadilan Inggris sebagai dasar, KPK juga harus bisa mengembangkan pengakuan Suroso. Harus digali ke mana saja aliran dana suap tersebut disalurkan. Termasuk kemungkinan ke pejabat tinggi di Kementerian ESDM, BPH Migas dan Pertamina.

"Ini yang harus ditelusuri, Suroso suruh nyanyi," tegasnya.

Berdasarkan putusan pengadilan Southwark Crown, Inggris, Innospec terbukti telah melakukan penyuapan terhadap mantan Dirjen Minyak dan Gas, Rahmat Sudibyo dan pejabat mantan Direktur Pengolahan Pertamina, Suroso Atmomartoyo.

Pengadilan Inggris memutuskan Innospec bersalah dan wajib membayar denda USD 12,7 juta. Dari persidangan itu juga terungkap, selama kurun waktu 14 Februari 2002 hingga 31 Desember 2006, Innospec membayar sebanyak USD 11,7 juta kepada agen-agen yang kemudian membayarkannya kepada staf Pertamina dan pejabat publik di Indonesia lainnya agar mendukung pembelian TEL.

Sementara dalam penyelidikan kasus Innospec di KPK, beberapa pihak juga sudah dikenai pencegahan agar tidak pergi meninggalkan Indonesia. Nama-nama yang dicegah bepergian ke luar negeri antara lain mantan Dirjen Migas Rachmat Sudibyo, mantan wakil Dirut Pertamina Mustiko Saleh, serta mantan Direktur Pengolahan Pertamina Suroso Atmomartoyo.

Sedangkan tiga nama lainnya yang dikenai pencegahan adalah dua eksekutif PT Sugih Interjaya Willy Sebastian dan Muhammad Syakir, serta seseorang bernama Herwanto Wibowo.

(mad/mad)